Senin, 06 Juni 2011

ABDULLAH BIN ABBAS

Abdullah bin Abbas r.a. atau yang dikenal dengan Ibnu Abbas adalah keponakan dari dari istri Rasulullah saw, Maimunah bin Harist. Meski begitu, ia tidak terlalu lama menikmati kebersamaan bersama Rasulullah saw. Usianya baru tiga belas tahun ketika Rasulullah saw meninggalkan kaum muslimin untuk selama-lamnya. Namun singkatnya waktu yang dihabiskan bersama Rasulullah tak terlalu begitu saja. Bagi Abdullah bin Abbas tahun-tahun singkat bersama Rasulullah saw tersebut adalah masa pembelajaran yang luar biasa yang telah membawanya menjadi pribadi matang.

Ia pula yang berkesempatan mendapat nasihat yang sarat makna dari Rasulullah saw. Kala itu Rasullah berucap,”jagalah (ajaran-ajaran) Allah, niscaya kamu akan mendapatkan-Nya selalu menjagamu. Jagalah (larang-larangan) Allah maka kamu akan mendapati Nya selalu dekat di hadapan-Mu. Kenalilah Allah dalam sukamu maka Allah akan mengenalimu dalam duka. Bila kamu meminta, mintalah pada-Nya. Jika kamu butuh pertolongan, mohonlah pada-Nya. Semua hal itu telah selesai ditulis.”

Dalam satu riwayat mengenai dirinya dikisahkan bagaimana suatu ketika Abdullah bin Abbas ingin mengetahui bahwa Rasulullah melakukan shalat. Maka ia menginap di rumah istri Rasulullah yang juga bibinya, Maimun binti Al Harits.

Sepanjang malam ia berjaga menunggu Rasulullah terbangun dari tidurnya. Ketika Rasulullah terdengar bergegas diambilnya air di dalam wadah untuk wudhu Rasulullah. Mendapat perlakuan tersebut Rasulullah merasa terharu. Diusapnya kepala Abdullah bin Abbas sambil berdo’a,”Ya Allah berikan dia keahlian dalam agama-Mu dan ajarilah dia tafsir kitab-Mu.”

Doa Rasulullah malam itu kemudian dikabulkan Allah swt. Terbukti Abdullah bin Abbas tumbuh menjadi pemuda yang selalu haus menimba ilmu. Otaknya amat cerdas tak hanya di kalangan pemuda seusianya namun juga di kalangan para sahabat yang usianya jauh melebihi dirinya. Karena keluasan ilmu yang melebihi usianya, Umar bin Khattab menjuluki Abdullah bin Abbas sebagai pemuda tua. Bahkan Umar ra. Sering mengajak abdullah bin Abbas untuk duduk dalam forum diskusi yang membahas berbagai masalah. Bahkan masalah pelik sekalipun. Umar bahkan pernah mengikuti saran Abdullah bin Abbas tanpa menambah atau mengurangi nasihat itu sedikit pun.

Sa’ad bin Abi Waqqas. R.a menggambarkan Abdullah bin Abbas sebagai orang yang cepat mengerti, berfikir tajam, banyak menyerap ilmu, dan sangat santun.

Dikisahkan bahwa Abdullah bin Abbas rajin menyambangi sahabat-sahabat senior untuk memetik hikmahdari mereka. Apapun yang belum ia ketahui akan ia tanyakan pada orang yang ia anggap punya ilmu tentangnya.

Kadang ia tak segan untuk tidur didepan rumah sahabat tempat ia akan menimba ilmu. Hal ini dilakukan karena ia enggan mengganggu tuan rumah yang tenga istirahat. Tuan rumah yang dikunjungi merasa amat terkejut ketika menemukan Abdullah bin Abbas tidur didepan pintu rumahmereka tanpa alas apapun. ”Wahai keponakan Rasulullah seharusnya bukan engkau yang menyambangi kami, kamilah yang harusnya mendatangimu,” ujar mereka.

Suatu ketika karena mengagumi kecerdasannya seseorang bertanya kepada Abdullah bin Abbas,” Bagaimana anda bisa memiliki ilmu sebanyak ini ya Ibnu Abbas?”tsnys lelaki itu. Jawab Ibnu Abbas,”Dengan lidah yang gemar`bertanya, dengan akal yang suka berfikir,”

Selain keutamaannya dalam ilmu, Abdullah bin Abbas juga seorang yang mengasihi sesama. Ia bahkan akan merasa sangat bahagia bila mendengar kabra bahwa hujan telah turun disuatu daerahbahkan sama sekali tidak dikenalnya. Baginya kebahagiaan sesorang yang bahkan tidak dikenal pada hakekatnya adalah juga kebahagiaan dirinya.

Ketika berada dipemerintahan Ustman bin Affan, Abdullah bin Abbas berjihad ke Afrika utara atas perintah khalifah. Saat itu Abdullah ibnu Abbas juga berangkat sebagai seorang juru dakwah.

Salah satu sumbangsih Abdullah bin Abbas pada Islam tercatat pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib. Saat itu Abdullah bin Abbas menawarkan diri menjadi utusan untuk berdialog dan berdakwah dengan kaum khawarij. Dengan kepiawaiannya, Abdullah bin Abbas berhasil mengajak 15.000 kaum Khawarij untuk kembali pada jalan yang benar. (sby).

Tidak ada komentar: